toko muslim

Kamis, 20 Agustus 2009

Ciri-ciri wanita solehah

Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t.

Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami

Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:

1. Taat kepada Allah dan RasulNya

Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?

* Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.
* Wajib menutup aurat
* Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
* Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya
* Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa
* Berbuat baik kepada ibu & bapa
* Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang
* Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa
* Bersikap baik terhadap tetangga

2. Taat kepada suami

* Memelihara kewajiban terhadap suami
* Sentiasa menyenangkan suami
* Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah.
* Tidak cemberut di hadapan suami.
* Tidak menolak ajakan suami untuk tidur
* Tidak keluar tanpa izin suami
* Tidak meninggikan suara melebihi suara suami
* Tidak membantah suaminya dalam kebenaran
* Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya
*

Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik & kecantikannya serta rumah tangga

Faktor Yang Merendahkan Martabat Wanita

Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak azasi palsu wanita.

Faktor-faktor tersebut ialah:

1.

Lupa mengingat Allah

Karena terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jaathiah, ayat 23, artinya:

“Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya.”

Sabda Rasulullah s.a.w., artinya:
“Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan.” (Riwayat Tirmidzi)

Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berdzikir, tetapi termasuk menghadiri majelis-majelis ilmu.
2.

Mudah tertipu dengan keindahan dunia

Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda. Tidak sedikit yang berbuat durhaka kepada Allah s.w.t. hanya karena kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An’am, artinya:
“Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir.”
3. Mudah terpedaya dengan syahwat
4.Lemah iman
5. Bersikap suka menunjuk-nunjuk.

Ad-dunya mata’ , khoirul mata’ al mar’atus sholihah
Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang baik adalah Wanita sholihah.

Wallahu a’lam bish-showab

DIarsipkan di bawah: Adab dan Akhlak

Senin, 15 Juni 2009

perubahan dalam diri itu sangat perlu

"perubahan membuat diri menjadi lebih sangat berarti, karna jika didalam diri kita tidak ada perubahan sungguh diri kita orang yang sangat merugi. diri kita haruslah bertanya pada diri kita sendiri apakah diri kita mau seperti itu saja, pasti diri kita sendiri ingin ada perubahan yang lebih baik dari sebelum2 nya. "ingat......hanya diri kita sendiri yang dapat merubah diri kita bukan orang lain....,dan ingat suatu hal " allah tidak akan merubah nasib dan diri umatnya jika umat tidak berusaha merubah dirinya sendiri, yang maka dari itu lakukanlah karna perubahan itu sanagt perlu dalam diri kita dan diri kita tidak lupa juga dengan tidak henti2nya berdoa dan berusaha sampai diri kita mencapai perubahan yang diri kita inginkan...........?

Jumat, 10 April 2009

senyum, berbuat baik

*Berbuat senyum orang lain lebih berarti
dari pada menghindar untuk berbuat senyum ( inagt Senyum ibadah )

* Berbuat kebaikan terhadap orang lebih berarti
dari pada kita menghindar untuk berbuat baik terhadap orang lain so
kita berbuat baik tidak ada yang kurang dari diri kita, janganlah kita buat beban kebaikan
yang akan kita lakukan terhadap orang lain jadikanlah itu kebiasaan kita karna dengan
kebiasaan kita berbuat baik terhadap orang lain kita akan dapat balasan yang baik juga
( ingat kebaikan itu sesuatu ibadah )

orang yang terdekat sangat berarti dalam hidup kita

" cinatailah dan sayangilah orang yang dekat dengan kita karna hanya dialah
yang dapat mengerti'i kita, cobalah selalu menghargai orang yang dekat dengan kita
buat mereka selalu tersenyum, dan buatlah mereka sll bahagia dekat dengan kita
jika itu sudah kita lakukan so kita nanti akan mendapatkan umpan balik dari mereka yang positif
mereka akan menghargai kita, mereka membuat kita bahagia.


bertanyalah dalam diri kita.........?
  • apakah saya selama ini sudah menghargai orang yang terdekat dengan saya
  • apakah saya selama ini selalu membuat dia tersenyum
  • apakah saya selama ini sudah membuat dia selalu bahagia deat dengan diri kita

berusah selalu mencintai orang yg kita sayangi

Selasa, 24 Maret 2009

Pura-pura itu sesuatu yang perlu

Mario Teguh Star Point

Jika kita belum menjadi apa yang kita inginkan (yang baik tentunya), maka berlakulah seolah-olah sudah menjadi atau akan menjadi pribadi yang kita inginkan tersebut. Apabila kita konsisten pura-pura seolah-olah sudah menjadi, cepat atau lambat kita kita akan menjadi terbiasa, dan sering tanpa kita sadari kita sudah menjadi pribadi yang kita inginkan tersebut.

Selasa, 03 Maret 2009

Gagal melakukan hal-hal besar itu tetap lebih terhormat

Gagal melakukan hal-hal besar itu tetap lebih terhormat
dari pada berhasil melakukan hal-hal kecil

Orang-orang yang gagal melakukan hal-hal yang besar
sudah pasti berhasil melakukan hal-hal kecil

Orang-orang yang mengambil tantangan-tantangan besar dalam hidupnya
Selalu mempunyai kesempatan dua yang baik sekali
satu untuk betul-betul berhasil
atau kedua gagal dengan sangat terhormat

Janganlah kita menjadi pribadi yang gagal pada urusan-urusan yang kecil
lalu mengeluh bahwa hidup ini tidak fair.

Ambillah tantangan yang lebih besar
gigitlah lebih besar dari kemampuan mengunyah

Sehingga gagalpun kita tetap dihormati

(unsur mario teguh)